tata surya

TATA SURYA (THE SOLAR SYSTEM)

Tata surya adalah suatu sitem di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet (termasuk Planet Bumi), satelit-satelit alam(misalnya bulan), asteroid,komet,meteor,debu,kabut,dan benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya ,yaitu matahari pada orhit atau garis edarnya masing-masing. Kita sering mengenalnya dengan nama galaksi. Betapa besar galaksi kita itu dapat dibayangkan dengan mengetahui jarak antara matahari dengan sebuah bintang yang terdekat,yaitu bintang Alpha Centauri. Alpha Centauri adalah sebuah bintang yang cemerlang di dalam rasi Centaurus di belahan langit selatan.

Berdasrkan pengertian tersebut,dapatlah diduga bahwa bintang-bintang yang lainnya kemungkinan besar mempunyai sistem seperti tata surya. Dengan kata lain,bukan tidak mungkin setiap bintang mempunyai sistem bintang seperti matahari ,sebab matahari hanya merupakan satu dari milyaran bintan yang ada di jagat raya.

Teori terjadinya tata surya

Orang melihat kenyataan,bahwa matahari dikelilingi oleh planet-planet yang orbitnya berbentuk hampir mendekati bentuk lingkaran dan lintasannya hampir berimpitan. Arah peredaran semua planet itu sama,yaitu berlawana dengan ara perputaran jarum jam,jika kita memandangnya dari arah kutub utara. Ternyata arah revolusi planet-planet itu sama dengan arah rotasi matahari. Lebih dari itu sama dengan arah rotasi matahari. Lebih dari itu,rotasi sebagian besar plnate dan satelit-satelitnya juga berarah sama. Arah seperti itu dinamakan juga arah negatif. Arah gerakan benda langit yang berlawanan arah tersebut dinamakan arah positif,seperti arah peredaran matahari,terbit dari timur,lalu naik,dan kemudian terbenam di barat. Demikian juga peredaran harian bintang dan bulan,jika kita mengamatinya dari bumi.

Melihat kenyataan itu,ahli Astronomi dan ahli Fisika menggunakan hukum yang berlaku bagi benda yang  berputar untuk menganalisi kejadian yang berlaku di alam.

Sehingga dapat di ambil suatu simpulan,bahwa tata surya terbentuk dari material purba yang berputar dengan arah seperti di atas,arah negatif. Sekalipun pada kenyataannya,terdapat penyimpangan rotasi dari arah yang umum.

Beberapa teori tentang terjadinya tata surya adalah sebgai berikut.

  1. Teori Kabut (Nebular Hypothesis) menurut Immanuel Kant (1755) & Pierre Simon de Laplace (1796)

Suatu kabut (gas) raksasa sangat pekat, panas dan terpilin pada porosnya. Beberapa bagian luar dari kabut raksasa tersebut terpisah dan menggumpal (memadat) akibat penurunan temperatur sehingga membentuk planet-planet, dan intinya yang sangat panas dan berpijar menjadi matahari.

nebula kant jelas

  1. Teori Planetisimal (Planetesimal Hypothesis) menurut Thomas Chrowder Chamberlin & Forest Ray Moulton (1905)

Suatu bintang lain dalam peredarannya hingga mendekati Matahari dan menimbulkan gaya tarik menarik yang besar antara kedua bintang, sehingga keseimbangan bola gas Matahari/bintang terganggu yang mengakibatkan terlemparnya sebagian massa dan terbentuklah cabang gas yang mencurat keluar menyerupai kabut spiral.Cabang-cabang gas itu kemudian mengalami kondensasi/pendinginan menjadi massa padat yang disebut planetisimal.

planetesimal

  1. Teori Pasang Surut (Tidal Hypothesis) menurut James Hopwood Jeans & Harold Jeffreys (1917)

Suatu bintang yang sangat besar (lebih besar dari matahari) pernah melintas dengan jarak yang tidak jauh dari Matahari.Melintasnya bintang itu menyebabkan gelombang pasang sehingga sebagian massa Matahari terlepas dan terlempar keluar.Bagian massa yang terlempar selanjutnya mengalami pemadatan dan pecah menjadi planet-planet.

pasang surut

  1. Teori Bintang Kembar (Lyttleton)

Teori binatng kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Teori ini menyatakn bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan yang lainnya saling mengelilingi,pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi  bintang yang tidak hancur,yaiut matahari.

teori bintang kembar

  1. Teori Awan Debu (Von Weizsaecker dan Kuiper)

Weizsaeckeer dan Kuiper,berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik da gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur,sehingga tebentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang yang menggelembung menjadi matahari ,sedangkan bagian piringannya berubah menjadi planet-planet.

teori awan debu

sumber :

Tanudidjaja Moh. Ma’mur,ilmu pengetahuan bumi dan antariksa. Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional dan Kebudayaan,1994

http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/10/litosfer-hidrosfer-dan-atmosfer-bumi-402306.html

Waluya Bagja, GEOGRAFI SMA/MA KELAS X,SEMESTER 1 DAN 2, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional dan Kebudayaan,2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s